Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/specweb/public_html/sch-id/util/konek.php on line 9

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 5

Notice: Undefined index: SESSTAMUGURU in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/judul.php on line 17

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

ADMIN :

badge.php?id=100000868555696&bid=2495&ke

JAM :

JAM DIGITAL

CALENDER

FANSPAGE

COUNTERS

Flag Counter

+++++++++++

xx

xxx

xxxx

xxxxx

VISITOR

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Sertifikasi Profesi Kunci Meningkatkan Daya Saing Lulusan SMK

Oleh Admin

 

Jakarta, Kemendikbud --- Sertifikasi profesi bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan kunci penting dalam meningkatkan daya saing mereka menghadapi persaingan tenaga kerja yang semakin ketat. Sertifikasi profesi juga menjadi modal penting untuk menembus pasar kerja di luar negeri, ujar Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Sumarna F. Abdurahman dalam dialog tentang "Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Menjawab Daya Saing Nasional" di Perpustakaan Kemendikbud, hari ini Rabu (7/10/2015).

 
Lebih lanjut Sumarna mengatakan bahwa terdapat tiga pilar untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK yaitu: pendidikan, sertifikasi, dan penempatan kerja. "saat ini sedang disiapkan sebuah Majelis Kemitraan Pendidikan Kejuruan Indonesia untuk memperbaiki sistem pendidikan kejuruan, sertifikasi, dan rekrutmennya," sambung Ketua BNSP. Setelah itu penyusunan basisdata lulusan SMK beserta kompetensinya harus dapat diwujudkan.
 
Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, Mustaghfirin Amin menambahkan bahwa pihaknya sangat serius meningkatkan kualitas pendidikan SMK yang berujung pada meningkatnya daya saing lulusan SMK. Saat ini Kemendikbud sedang mengembangkan SMK Rujukan yang menaungi sejumlah SMK di sekitarnya. Fasilitas di SMK Rujukan tersebut akan terus  ditingkatkan dan dapat juga dipergunakan bersama-sama oleh SMK-SMK yang dinaunginya. "Di SMK Rujukan tersebut nantinya akan digunakan untuk uji kompetensi lulusan SMK," kata Mustaghfirin.
 
Asianto Sinambela, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud juga sependapat tentang pentingnya sertifikasi bagi lulusan SMK. Asianto mengingatkan bahwa tenaga kerja asing yang akan membanjiri Indonesia membuat persaingan semakin ketat. "Selama ini memang tenaga kerja kita dicap sebagai unskilled labor, oleh karena itu sertifikasi terhadap keahlian mereka sangat penting," kata mantan pejabat Kementerian Luar Negeri tersebut. (Nur Widiyanto)

Inventarisasi Kosakata Bahasa Daerah Dilakukan Melalui Kerja Sama antara Kemendikbud dengan Lembaga Adat

Oleh Admin

 

Jakarta, Kemendikbud --- Dalam upaya mengoptimalkan bahasa dan sastra di seluruh Indonesia, perlu adanya kerja sama dengan lembaga adat. Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa Kemendikbud, Sugiyono, mengatakan hal tersebut sesuai dengan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan Indonesia, yang berkaitan dengan bahasa dan sastra di Indonesia.

Sesuai pasal 41 dan 42 UU Nomor 24 tahun 2009 tersebut, perlu dilakukan pengembangan bahasa dan sastra dalam upaya menampung semua konsep kehidupan dalam menambah kosakata, dan memperjelas perbedaan simantis dalam berbahasa.

“Sesuai instruksi atau amanat Bapak Mendikbud, bahwa unsur-unsur dalam bahasa daerah harus mewarnai bahasa Indonesia. Hal itu ditindaklanjuti oleh Badan Bahasa dengan melakukan inventarisasi kosakata bahasa daerah dengan menerjunkan tenaga peneliti untuk mencari langsung kosakata di daerah, bekerja sama dengan UPT Balai/Kantor Bahasa di daerah di seluruh Indonesia”, ujar Sugiyono pada hari ke empat Seminar dan Lokakarya Kebahasaan Lembaga Adat, Kamis, (20/8/2015) di Jakarta. Karena itu lembaga adat diharapkan dapat menyumbangkan kosakatanya ke dalam bahasa Indonesia.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa lalu langsung berinisiatif membuat sebuah alamat surel (surat elektronik) atau email  khasanahbahasadaerah@kemdikbud.go.id, yang bertujuan untuk menampung semua masukan kosakata baru dari seluruh lembaga adat di daerah atau warga negara Indonesia manapun yang ingin memberikan aspirasinya. Kosakata baru dari seluruh daerah yang diharapkan adalah kosakata yang belum ada padanannya di KBBI, selain itu diharapkan juga peribahasa dapat disumbangkan melalui surel tersebut. (Desliana Maulipaksi/ Sumber: www.badanbahasa.kemdikbud.go.id  

Kemendikbud Kembangkan Laboratorium Kebinekaan Bahasa

Oleh Admin

Jakarta, Kemendikbud --- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud tengah mengembangkan Laboratorium Kebinekaan Bahasa. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Mahsun mengatakan, Laboratorium Kebinekaan Bahasa merupakan salah satu produk Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang nantinya akan menjadi pusat pembelajaran keberagaman dalam ketunggal-ikaan bahasa di Indonesia.

Pembangunan Laboratorium Kebinekaan Bahasa tersebut, ujarnya, merupakan tindak lanjut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sesuai dengan hasil Seminar dan Lokakarya lembaga adat yang dilakukan pada tahun 2014.

“Laboratorium tersebut diharapkan nantinya dapat menjadi media sosialisasi kekayaan keberagaman bahasa dan sastra yang ada di Indonesia.  Dalam laboratorium tersebut kita nantinya akan dibawa ke dalam keberagaman  bahasa dan sastra. Nantinya juga akan ada simulasi audio dan visual dari tuturan bahasa dan sastra dari tiap daerah. Hal ini diharapkan menjadi bukti nyata kebineka-tunggal-ikaan bahasa dan sastra di Indonesia,” tutur Mahsun pada hari ke empat Seminar dan Lokakarya Kebahasaan Lembaga Adat, Kamis, (20/8/2015) di Jakarta.

Pada hari kempat Semiloka Lembaga Adat tersebut dilakukan perekamanan tuturan dari seluruh perwakilan lembaga adat yang hadir. Diharapkan dengan terkumpulnya data hasil perekaman tersebut, dapat menjadi  data awal kebinekaan bahasa sebagai bahan kebijakan teknis pengembangan Laboratorium Kebinekaan Bahasa yang bertempat di gedung Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan.

Mahsun berharap nantinya ada anggaran khusus yang dapat dialokasikan untuk memberikan bantuan kepada lembaga adat dalam upaya menjaga dan melestarikan kekayaan keragaman bahasa daerah di seluruh nusantara. (Desliana Maulipaksi/ Sumber: www.badanbahasa.kemdikbud.go.id 

Mendikbud: Gerakan Pembiasaan Hidup Sehat Harus Dimulai Sejak Usia Dini

Oleh Admin

Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menekankan pentingnya pendidikan kesehatan dan nutrisi sebagai investasi besar di masa depan. Ia mengatakan, usaha untuk memperbaiki persoalan nutrisi dan kebersihan tidak bisa dipandang sekadar sebagai program pemerintah, melainkan harus dipandang sebagai sebuah gerakan. Karena itu penting untuk melibatkan guru di sekolah dan orang tua di rumah dalam hal kesadaran kesehatan melalui Gerakan Pembiasaan Hidup Sehat sejak usia dini.

“Persoalan nutrisi tidak bisa di-handle ketika anak-anak di sekolah saja. Tapi harus dimulai saat anak masih berada di dalam kandungan. Karena itu penting sekali bagi orang tua untuk memahami pentingnya nutrisi dan efeknya pada pertumbuhan seorang anak,” ujarnya saat berkunjung ke SD Negeri 11 Utara, Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis pagi (20/8/2015).

Mendikbud mengatakan, pendidikan kesehatan untuk publik bisa dilakukan melalui institusi pendidikan seperti sekolah. “Kita ingin agar orang tua diajak berinteraksi, intensif dengan sekolah untuk membicarakan persoalan pendidikan anak sekaligus bisa dititipi pesan-pesan yang menyangkut kesehatan bagi anak,” katanya.

Saat seorang anak memiliki gizi yang baik, maka pertumbuhan fisik serta kecerdasannya akan lebih baik pula. Hal ini akan berdampak hingga jangka panjang dalam kondisi masyarakat di masa depan.

“Kita harus membayangkan proyeksi masa depan karena kita mengirimkan anak-anak kita ke sekolah untuk menjadi masyarakat mandiri yang bisa mendorong kemajuan, yang bermakna. Tapi jika ada persoalan gizi justru dia bisa jadi beban bagi masyarakatnya,” tutur Mendikbud.

Mendikbud juga menjelaskan tentang hasil penelitian salah satu penerima Nobel bidang ekonomi, James Heckman, bahwa pendidikan dengan return terbesar adalah pendidikan di usia dini yaitu di bawah usia enam tahun. “Return itu kalau dalam bahasa investasi adalah keuntungan atau manfaat,” ujarnya.

Dalam penelitiannya, lanjut Mendikbud, Heckman mencoba mencari tahu, dari pendidikan prenatal sampai seseorang duduk di bangku kuliah, manakah yang memiliki investasi terbesar diterima masyarakat? Hasilnya adalah saat pendidikan pada usia di bawah enam tahun.

“Yang menarik, di dalam teori ini dijelaskan salah satu faktornya. Anak yang terdidik untuk hidup sehat, dia memberikan sumbangan kepada seluruh masyarakat dengan mengurangi biaya perawatan kesehatan sepanjang perjalanan  hidupnya,” jelas Mendikbud.

Kebiasaan hidup sehat sejak anak berusia dini adalah fase di mana anak membentuk kebiasaan positif, seperti terbiasa hidup bersih, makan teratur, atau menggunakan alat-alat dan barang-barang dengan tertib. Kebiasaan hidup sehat sejak dini itu menghasilkan keuntungan paling besar karena di masa depan seseorang tidak mudah sakit sehingga mengurangi beban masyarakat dari segi perawatan kesehatan.

Mendikbud berharap kebiasaan hidup sehat dan asupan nutrisi yang baik dapat memunculkan budaya sehat di sekolah dan budaya sehat di rumah. “Jadikan ini sebagai aktivitas rutin, karena tanpa rutinitas tidak bisa jadi kebiasaan, dan tidak bisa jadi kebudayaan. Budaya itu dihasilkan lewat kebiasaan,” tuturnya. (Desliana Maulipaksi)  

pengumuman cek di www.smkskaryabhakti.blogspot.com

Oleh Admin